Aksi demonstrasi yang dilakukan oleh pelajar di Prancis baru-baru ini menarik perhatian Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Dalam pernyataannya pada Selasa (6/10/2026), Trump mengekspresikan pandangannya bahwa kerusuhan yang terjadi di Prancis berkaitan erat dengan isu migrasi masal dan pengaruh Islam.
Pernyataan ini tampaknya bertujuan untuk memperkuat narasi politik sayap kanan yang selama ini ia dukung, terutama menjelang pemilihan sela (midterm) yang akan datang di AS, yang diprediksi akan berlangsung dengan ketat.
Selama ini, Trump dan administrasinya telah mengaitkan berbagai tantangan sosial di Eropa dengan fenomena migrasi. Mereka mendesak negara-negara Eropa untuk lebih ketat dalam mengawasi perbatasan serta mendorong pernyataan dari kelompok sayap kanan yang memperingatkan tentang apa yang mereka sebut sebagai penurunan peradaban.
“Apa yang berlangsung di Prancis adalah akibat dari migrasi masal yang sudah tidak terkontrol. Ini bukan sekadar masalah pendidikan, tetapi berkaitan dengan Islam yang berusaha menguasai negara yang pernah besar!” ungkap Trump dalam unggahan di Truth Social, yang dilansir dari Le Monde pada Rabu (7/10/2026).
Reaksi Prancis muncul setelah komentar yang disampaikan oleh Presiden Trump mengenai aksi protes pelajar yang berujung pada kerusuhan tersebut.
Dalam rapat komite parlemen, Menteri Luar Negeri Prancis, Jean-Noël Barrot, menekankan pentingnya pemerintah Prancis untuk menyampaikan sudut pandangnya terkait protes tersebut. Hal ini disampaikan setelah Iran juga mengeluarkan pandangannya dan memanggil diplomat Prancis untuk memberikan penjelasan.
“Anda akan mendengar versi dari Iran, mungkin juga dari beberapa pihak di Israel, dan tentu saja dari beberapa pihak di Amerika,” kata Barrot dalam rapat komite parlemen yang berlangsung pada Selasa waktu setempat.
Barrot menjelaskan bahwa perwakilan diplomatik Prancis sedang berusaha untuk menyampaikan perspektif pemerintah kepada publik internasional. Menurutnya, langkah ini sangat penting agar Prancis dapat menyampaikan narasi sendiri dan tidak hanya terjebak dalam narasi yang disampaikan oleh pihak lain.
Tokoh-tokoh penting dalam gerakan Make America Great Again (MAGA) yang mendukung Trump juga memanfaatkan situasi protes di Prancis untuk kembali mengangkat isu imigrasi menjelang pemilihan sela di AS bulan depan. Sejumlah komentator dari MAGA telah secara konsisten membagikan video tentang kerusuhan yang terjadi di Prancis.
➡️ Baca Juga: Game Eksklusif PS yang Dibatalkan Karena Terlalu Mirip Game Xbox, Ini Sayang Banget!
➡️ Baca Juga: Profil Ria Norsan: Gubernur Kalbar yang Jadi Sorotan Usai Bentak Mahasiswa Terkait Karhutla