Jakarta – Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, mengungkapkan bahwa sebanyak 40.962 peserta berhasil diterima dalam program Magang Nasional Batch 2 Angkatan 2.
Pada acara Kick Off Pemagangan Nasional Batch 2 Angkatan 2 yang berlangsung di Jakarta, Yassierli menjelaskan bahwa angka tersebut ditentukan setelah pemerintah melakukan proses seleksi yang ketat terhadap calon peserta yang memenuhi syarat.
Berdasarkan data yang telah diverifikasi oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, terdapat sekitar 350 ribu lulusan perguruan tinggi dari tahun lalu yang memenuhi kriteria untuk mendaftar dalam program ini.
“Setelah melalui tahapan seleksi yang cermat, kami menetapkan bahwa peserta magang untuk batch kedua tahun ini adalah sebanyak 40 ribu orang,” ungkap Yassierli.
Peserta Batch 2 Angkatan 2 ini akan menambah jumlah keseluruhan peserta dalam program Magang Nasional 2026. Sebelumnya, program ini telah diikuti oleh 46 ribu peserta pada Angkatan 1.
Dengan demikian, total keseluruhan peserta dari dua angkatan ini mencapai 87 ribu orang.
Yassierli menambahkan bahwa pemerintah akan melakukan evaluasi sebelum membuka pendaftaran untuk Magang Nasional Batch 3. Target pemerintah adalah mencapai total 150 ribu peserta untuk program Magang Nasional 2026.
Ia menjelaskan bahwa evaluasi ini penting untuk memastikan bahwa program magang ini memberikan kesempatan bagi peserta untuk meningkatkan kompetensi, mendapatkan pengalaman kerja, membangun portofolio, dan memperluas jaringan selama mengikuti program selama enam bulan.
Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas di Kementerian Ketenagakerjaan, Darmawansyah, menyatakan bahwa para peserta yang lolos harus melewati persaingan yang sangat ketat. Setiap peserta yang diterima bersaing dengan tujuh hingga delapan pendaftar lainnya.
Ia berharap agar para peserta yang telah terpilih dapat menyelesaikan program magang selama enam bulan dengan baik.
Darmawansyah juga mengatakan bahwa pihak Kemnaker telah memberikan orientasi kepada peserta magang, mentor, dan operator perusahaan, untuk memastikan bahwa pelaksanaan program berjalan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.
Ia juga berharap perusahaan yang menjadi tempat magang dapat mempertimbangkan untuk merekrut peserta setelah mereka menyelesaikan program.
“Kami sangat berharap kepada Bapak-Ibu di perusahaan ini untuk melakukan seleksi terhadap peserta magang, sehingga setelah mereka menyelesaikan program magang enam bulan, mereka dapat direkrut dan bekerja di perusahaan Bapak/Ibu yang menjadi tempat pelaksanaan program magang,” ujarnya.
➡️ Baca Juga: Strategi Investasi Saham Sektor Infrastruktur Berbasis Pendekatan Fundamental yang Kuat
➡️ Baca Juga: Tarif Listrik PLN Februari 2026: Rincian dan Informasi Terbaru