Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia menunjukkan performa yang sangat mengesankan selama Proliga 2026, dengan membuktikan diri sebagai salah satu tim terkuat dalam kompetisi ini. Dalam pertandingan penutup final four di Semarang pada malam hari, 17 April 2026, mereka berhasil mengalahkan Jakarta Electric PLN Mobile dengan skor 3-1.
Kemenangan ini bukan hanya sekadar menambah angka pada klasemen, tetapi juga memastikan Phonska Plus melaju ke grand final sebelum rangkaian kompetisi berakhir. Sejak awal pertandingan, mereka menunjukkan dominasi yang jelas, bermain dengan strategi yang terorganisir dan minim kesalahan.
Phonska memulai laga dengan tekanan yang agresif. Di set pertama, mereka berhasil mengamankan kemenangan dengan skor 25-18 berkat serangan yang terencana dan efektif. Memasuki set kedua, Electric PLN sempat memberikan perlawanan yang lebih kuat, bahkan berhasil unggul di awal. Namun, ketenangan dan kemampuan Phonska dalam mengontrol permainan memungkinkan mereka membalikkan keadaan dan menutup set dengan kemenangan 25-21.
Pelatih Alessandro Lodi mengonfirmasi bahwa fokus timnya adalah mengamankan dua set awal untuk memastikan tiket ke grand final. Setelah mencapai target tersebut, ia pun mengambil langkah strategis untuk menyusun tim.
“Kami berupaya untuk memberikan kesempatan kepada pemain cadangan, sekaligus menghindari cedera pada pemain inti,” jelas Lodi dalam pernyataannya yang dirilis oleh media.
Keputusan tersebut mengubah komposisi tim di set ketiga. Momentum ini dipanfaatkan oleh Electric PLN yang tampil lebih bebas. Dipimpin oleh Neriman Ozsoy, mereka berhasil merebut set ketiga dengan skor 25-18.
Meski kehilangan momentum di set ketiga, Phonska tetap menunjukkan ketahanan yang luar biasa. Di set keempat, meskipun banyak pemain cadangan yang diturunkan, tim ini justru menunjukkan kepercayaan diri yang tinggi. Mereka berhasil mencetak keunggulan awal 16-9 sebelum akhirnya menutup pertandingan dengan skor 25-19.
Salah satu pemain Phonska, Geofani, mengungkapkan bahwa dia merasakan tekanan ketika ditunjuk untuk tampil di pertandingan penting tanpa kehadiran pemain asing.
“Kami merasa sedikit gugup ketika harus bermain tanpa pemain asing, sementara lawan menurunkan tim terbaik mereka,” ujarnya.
Di pihak lain, tim Electric PLN mengakui keunggulan lawan mereka. Asisten pelatih sekaligus direktur teknik, Anantachai Yoonprathom, mengungkapkan bahwa timnya tidak mampu menjalankan rencana yang telah dipersiapkan sebelumnya.
“Meskipun kami sudah mempersiapkan segala sesuatunya, kami tidak bisa menjalankan evaluasi yang telah direncanakan. Secara jujur, hari ini kami mengakui bahwa Phonska Plus tampil sangat baik,” kata Anantachai.
➡️ Baca Juga: Manajemen Keuangan Efektif untuk Pasangan Baru dalam Mencapai Stabilitas Finansial
➡️ Baca Juga: Link Live Streaming Manchester United vs Fulham Liga Inggris Malam Ini Pukul 21.00 WIB